[ Fanfiction ] Infinite Myungjong Couple “Boy or Girl” Part 3

 

Author : Lemonkimie

Title  : BOY or GIRL

Author : lemon kimie

Cast : – Lee Sungjong – LeeSungyeol

and Other cast

Genre : Sad, Romance, Friendship, GakJelas 

 

 

forgive me if there was a typo

 

***

 

Sungjong POV

 

Apa yang ku pikir mudah dulu ternyatajustru itu sulit, mengubah diri sendiri saja sungguh susah. Terkadang ku pikirapa yang telah ku ubah bukan yang terbaik seperti yang kukira. Tapi aku takmenyesal, yang jelas aku telah melakukan apa yang telah kujanjikan pada ibu.Seandainya ibu ada disini sekarang, kau harus tau aku bukanlah Lee Sungjongyang cengeng lagi meski memang aku masih menjadi seorang yang lemah.

 

Seseorang yang ada di sampingku ini adalahsalah satu pemberi semangat yang terbanyak. Sungguh berbeda jauh dengan ibunya,dia memang terlihat kasar kelakukanya juga urakan. Dulu di masa jaman sekolahdia yang paling sering keluar masuk ruang guru, bagaimana tidak dia seringmenghajar teman-temanya bahkan dia berani memukul kakak kelasnya. Setiap kaliaku bertanya apa yang membuatnya begitu pasti dia menjawab bahwa orang itutelah menganggu temannya. Di situlah aku tau bahwa dia adalah namja yangmemiliki hati yang lembut. 

 

“Ayo kita berkeliling” ucapnya menariktanganku mengikuti jalanya.

 

Kami berjalan berdampingan membicarakanbanyak hal, kadang aku bingung aku bisa mengobrol denganya dengan banyak topikyang di bicarakan bila di luar rumah.

 

“Sungjong~aa entahlah bagaimana tapi akumerindukanmu yang dulu” katanya tiba-tiba

 

“Maksudmu hyung?”

 

“Tidak seharusnya kau mengubah dirimuseperti ini, aku lebih suka dirimu yang dulu”

 

“Tapi aku…”

 

“Mungkin bukan begitu maksud ibumu”

 

“Dia…”

 

“Mungkin maksudnya agar kau tak cengenglagi, bukan menjadikanmu bergaya seperti namja” lanjutnya, sedari tadi dia takmemberiku waktu untuk bicara. Aish menyebalkan sekali dia ini kenapa sihmengungkit masa lalu lagi.

 

“Sudahlah hyung, aku tidak ingin membahasini lagi”

 

“Aku tau, kau tak menyesal?”

 

Pertanyaan itu akhirnya keluar darimulutnya, aku menghentikan langkahku. Jujur setelah lama aku berpikir, akumemang menyesal seperti ini membuat ayahku terkejut membuat ayah merasabersalah padahal itu bukan salahnya. Tapi mau bagaimana lagi? Beginilah akusekarang.

 

“Ya aku menyesal maka dari itu kau takusah mengingatkanku ke masa itu hyung”

 

“Baiklah, suatu saat nanti aku yakinSungjongku akan kembali”

 

“Apa?”

 

“Sudahlah ayo!”

 

Kami melanjutkan berjalan, selamaperjalanan aku mendengar suara kamera mungkin ia mengambil gambar pemandangandisini. Tapi sejak kapan dia suka memotret pemandangan? Haha entahlah.

 

“Kau lelah tidak? Kita duduk dulu disana!”ia menunjuk sebuah kursi dan kami pun duduk disana.

 

“Hey kau ingat tidak dengan Hoya?”tanyanya tiba-tiba, aku menoleh dan sedikit mengingat nama itu.

 

“Kurasa iya, bukankah dia kakak kelas kuwaktu SMA”

 

“Ya kau benar, ingat tidak saat iamenyatakan perasaanya padamu di jam istirahat?” ia memberi tau sebuah 

kejadian, tapi aku belum mengingatnya akuhanya diam.

 

“Masa kamu tidak ingat sih, aku saja ingatdimana dia berdiri di atas meja membacakan puisi untukmu”

 

“Oh iya aku ingat itu hyung” jawabku iamengangguk semangat.

 

“Dan reaksimu adalah seperti ini” iamempraktekan ekspresi wajah seseorang yang sedang bingung dan itu sangat lucu.

 

“Ya!! Aku tidak seperti itu, jelek sekali”

 

“Kau mengataiku jelek? Aishh dasar bocah!”tanganya mengacak rambutku gemas.

 

“Saat kelulusan ia pernah berbicarapadaku” lanjutnya

 

“Apa itu?” tanyaku masih membenarkanrambutku yang berantakan karena ulahnya.

 

“Dia bilang ‘Suatu saat nanti aku akanmenikahinya’ apa kau pikirdia main-main?”

 

“Benarkah? A~ aku tidak tau hyung” untukbeberapa saat tak ada pembicaraan lagi dan aku hanya memandangi danau didepanku menikmati tiupan angin yang lembut.

 

“Lee Sungjong!” panggilnya tiba-tiba akumenolah ke arahnya.

 

`Jpret` ia mengambil gambarku dengan kamerayang di bawanya

 

“Wahh kau cantik sekali ya kkk~” ucapnyayang sedang melihat gambarku yang tadi di ambilnya.

 

“Hyung!! Kau mengambil fotoku! Berikankameranya!” kataku berusaha mengambil kameranya namun dia tak memberikannyapadaku dia hanya tersenyum, ya! Dia mempermainkanku!?.

 

“Tidak, biarkan aku menyimpanya”

 

“Terserahlah”

 

“Kau marah itu lucu jongie~”

‘Camera ya, mengingatkanku pada seseorangyang kucintai’

 

“Ya! Jangan cemberut begitu dong, A~ kaumau es krim tidak?” tanyanya

 

“Kamu yang belikan ya hyung” jawabku

 

“Iya tentu, baiklah aku pergi sebentaruntuk membelinya kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?”

 

“Aku akan baik-baik saja hyung”

 

Sungyeol hyung pun pergi, ia bermaksuduntuk membelikanku es krim. Ternyata dia meninggalkan kameranya, akupun meraihkamera yang ada di sampingku dan melihat-lihat gambar yang ia potret. Jadisedari tadi ia mengambil gambarku tanpa ijin ku kira ia memotret pemandangansekitar. Ada satu foto yang menarik perhatianku, bukan wajahku yang menariktapi di salah satu fotoku terlihat seseorang melintas tak jauh dari tempatduduk ku. Meski memang tak terlalu jelas tapi aku tau betul orang itu, akusangat senang kurasa itu benar-benar dia orang yang membuatku menunggu begitulama.

 

`Drrttt`

‘Kau tak lupa kan?’

 

Jadi orang yang tadi pagi mengirimikupesan ternyata dia, astaga bagaimana aku tak mengenalinya. Karena 

penasaran apakah tebakanku benar atautidak, akhirnya aku pergi untuk mencari orang itu. Aku harap itu benar-benardia. Kulangkahkan kakiku sampai dimana dia mengucapkan selamat tinggal beberapabulan yang lalu. Benar saja, dari kejauhan aku melihat seorang namja tengahberdiri membelakangiku akupun mempercepat langkahku mendekati orang itu. Ketikajaraknya sudah dekat aku berhenti sejenak memperhatikan orang yang ada dihadapanku sekarang. Aku yakin dia orang yang kurindukan, entah bagaimanaairmataku menetes begitu saja namun senyum masih terukir disana. Ku gunakankamera yang ku pegang untuk mengambil gambarnya dan melanjutkan langkahkusampai dekat dengan orang itu.

 

“Kim Myungsoo” panggilku, orang yangkumaksud menolah kebelakang aku benar-benar senang saat melihat wajahnya itubenar dia, tanpa menunggunya berkata aku segera memeluknya.

 

L POV

 

Aku disini sekarang, tak ku sangka iamasih mengingatku. Kini ia memelukku aku membalasnya, apa dia jugamerindukanku? Maafkan aku Lee Sungjong karena meninggalkanmu begitu lama. Akupasti tertinggal banyak cerita tentangmu, tapi aku harap ceritamu tentanghal-hal yang menyenangkan.

 

***

 

Sungyeol POV

 

Dasar bocah sekalinya di tawari es krimsaja baru semangat kkk~. Setelah medapatkan berdebat dengan anak kecil akhirnyaku dapatkan dua es krim, satu untuku dan yang satu untuknya. Aku segera kembalike tempat dimana aku meninggalkan dia untuk membeli es krim ini, namun yangkudapati kursi itu kosong.

 

“Kemana dia?” aku melihat ke segala arahberharap menemukanya tak jauh dari pandanganku, tapi aku tak melihat sosok itu.

 

“Membuat kawatir saja”

 

Saat aku duduk ponselku berdering segeraku ambil ponselku dari saku celana, ku pikir itu dari Sungjong tapi ternyatabukan itu nomor yang tak ku kenal. Dengan malas kutekan tombol menjawab.

 

“Halo?”

“Kau Sungyeol?” tanya seseorang di sebrang sana

“Ya, kau siapa?”

“Dimana kau sekarang?” tanyanya lagi tanpa mengindahkan pertanyaanku

“Aku sedang di taman, kau siapa?”

“Baiklah aku tau tempat itu”

“Ya! Aku tanya kau ini siapa?!” ucapkusedikit meninggikan suara karena kesal tapi tak ku dapati jawaban dari orangitu

“Halo?”

 

“Aish tidak sopan memutuskan telponnya!”

 

Aku masih duduk di sini, menunggu Sungjongsiapa tau dia hanya pergi ke toilet dan akan kembali kesini. Tapi lama-lamakesal juga menunggu dengan rasa kawatir akhirnya aku memutuskan untuk pergimencarinya saja. Aku beranjak dari tempat ini, baru ku sadari sedari tadi eskrim yang ku beli masih ku pegang. Ketika berjalan kulihat anak kecil yang tadiberdebat denganku karena es krim akupun mendekatinya. Ia menatapku kesal.

 

“Ada apa? bukankah kau sudah dapatkan eskrimnya paman? Lalu kau mau apa lagi?” tanyanya ketus

 

“Maafkan aku, tadi itu pacarku sangatingin es krim tapi sekarang dia sudah tidak menginginkanya”

 

“Lalu apa hubunganya denganku?”

 

“Kau masih menginginkan ini tidak? Kalaukau mau aku berikan ini untukmu” ucapku menyodorkan dua es krim yang tadikubeli.

 

“Sungguh kau akan memberikanya?” tanyanyaaku hanya mengangguk sebagai jawabanya

 

“Baiklah, gamsahamnida” ia mengambilnyadan pergi entah kemana dan akupun melanjutkan pencarianku.

 

***

 

Author POV

 

“Aku merindukanmu” ucap namja tampandengan senyum yang masih terlihat di wajahnya.

 

“Aku sangat merindukanmu” balas Sungjongyang berjalan di sampingnya namja tampan itu adalah kekasih Lee Sungjong KimMyungsoo namja itu terkekeh.

 

“Tapi rinduku lebih banyak dari rindumupadaku” canda L yang berhasil membuat Sungjong menoleh dan menghentikanlangkahnya

 

“Benarkah? Bagaimana kalau itusebaliknya?”

 

“Itu tidak mungkin, karena aku namjanya”

 

“Tapi aku juga ….” belum selesaiSungjong bicara

 

“Sudahlah ayo jalan lagi”

 

‘Jangan bilang lagi kalau kau namja, akuyang tau semuanya, aku hanya ingin ketika kau bersamaku sebagai Lee Sungjongyeojaku’ batin L dengan tanganya yang menggenggam tangan Sungjong

Suasana jadi hening untuk beberapa saat,sesuatu telah menganggu pikiran Sungjong. Sekarang dia memang bahagia Myungsookembali tapi disisi lain ia juga sangat takut mengingat ancaman ibu tirinya.

 

‘Bagaimanapun aku tidak bisa diam terus’pikir Sungjong

“Hyung” panggilnya

 

“Wae? Ya! Sudahku bilang jadilah yeojakuketika bersamaku!”

 

“Hyung” panggilnya lagi

 

“Aku tidak dengan” dengan santai iaberjalan mendahului Sungjong dan terus melihat ke depan

 

“Aishh Oppa!” panggil Sunjong kesal Lpunberjalan kembali ke belakang

 

“Hehehe Wae baby?”

 

“Aku tidak bisa”

 

“Eoh? Ya biasakanlah!”

 

“Bukan itu!”

 

“Lalu?”

 

“Aku.. aku tidak bisa menundanya lagi”ucapnya takut-takut L hanya dia menatap kekasihnya bingung

 

“Pernikahan itu, aku tidak bisa menundanyalagi” jelas Sungjong dan membuat raut wajah L berubah tegang

 

“Tidak bisakah kau menungguku?” tanya Lpada Sungjong yang memberi gelengan kepala sebagai jawaban dari pertanyaanya.

 

“Sebentar saja”

 

“Dia memaksaku, dia muak mendengar semuaalasan yang ku beri tidak ada yang mendengar, aku terluka hyung” ucap Sungjonglirih

 

“Aku hampir sampai, hampir~ kau harusmenungguku, kita akan pergi bersama bukan?”

 

“Sudah terlalu lama aku menunggu hyung,rasanya sangat menyakitkan”

 

“Kau lelah menungguku?” tanya L, Sungjongmengangguk lemah

 

“Apa kau terluka?” Sungjong mengangguklagi dan menundukan kepalanya

 

“Kau ingin berhenti mencintaiku? Kau inginpergi meninggalkanku?” Sungjong menatap L penuh arti

 

“Ani”

 

“Kalau begitu mari kita melarikan diri”ucap L

 

“Tidak bisa hyung, aku tau mereka disini”balas Sungjong pelan menyadari bahwa mereka telah di perhatikan beberapa orang,dengan cepat L memeluk Sungjong erat.

 

“Hyung lepaskan aku”

 

“Ani, tidak akan lagi”

 

“Biarkan mereka membawaku” ucap Sungjongyang masih berusaha melepas pelukannya. Ia melihat orang yang membuatnyaterjebak dalam situasi sulit itu.

 

“Lee Sungjong kau akan tau akibatnya jikakau masih berdiri di situ!” kata seorang wanita paruh baya yang ternyata adalahibu tirinya.

 

“Tolong biarkan aku pergi hyung” pintaSungjong yang berhasil melepas diri dari pelukan L tapi L masih memegang tanganSungjong

 

“Kenapa kau ingin pergi?”

 

“Karena aku menyayangimu, karena akumencintaimu”

 

“Jika begitu tetaplah disini bersamaku”paksa L yang masih tak mengijinkan Sungjong pergi

Disana wanita itu mulai terlihat kesalmelihat Sungjong dan L di depanya.

 

“Aish bawa dia untukku!” ucap wanita itu,kemudian dua orang namja bertubuh besar mendekati mereka berdua dan membawapaksa Sungjong. Tak lama seseorang turun dari mobil dan berdiri di sampingwanita itu.

 

“Kau bohong padaku, ya! Lepaskan dia!”bentak L pada namja yang memegangi kekasihnya

 

“Kau pikir kau siapa?!” tanya orang yangbaru saja turun dari mobil mewah itu.

 

“Aku kekasihnya!”

 

“Apa? haha lulucon! Beri dia” selesaimenucapkan itu orang itu berbalik kembali masuk kedalam mobil bersamaan denganitu dua orang namja bertubuh besar menghajar L.

 

“Ya! Kau bilang tak akan menyakitinya!”teriak Sungjong menatap marah wanita itu.

 

“Orang itu telah membuat dia kesal, kautidak lihat?” jawabnya santai

 

“Berhenti! Berhenti ku bilang!!” teriakSungjong namun tak ada yang mendengarkannya wanita itu hanya tersenyum jahat.

 

“Bawa dia!” titahnya pada namja yangmemegangi Sungjong, yang kemudian merekapun membawa Sungjong ke dalam mobil.

 

“Lepaskan aku bodoh! Kau tidak tau siapaaku huh?!”

 

“Tidak bisa, kami hanya menerima perintahnyonya Lee”

 

“Apa?! jadi kalian berkhianat? Kalianbekerja untukku bukan?!”

 

“Maafkan kami” ucap salah seorang darimereka kemudian menutup pintunya.

 

Sungjong bersandar dengan menutup matanya,ia sungguh lelah  terus seperti itu, kehidupanya jadi kacau ketika ayahnyapergi meninggalkannya. Seseorang terus melihat Sungjong dari kursi disampingnya.

 

‘Maafkan aku hyung, bukan aku yangmenginginkan ini aku tak bermaksud menyakitimu’ batin Sungjong yang terusmemikirkan L

 

-TBC

 

[ Fanfiction ] Infinite Myungjong Couple “Boy or Girl” Part 2

Image

Author : Lemonkimie

Title  : BOY or GIRL

Author : lemon kimie

Cast : – Lee Sungjong – Lee Sungyeol

and Other cast

Genre : Sad 8%, Romance 25%, Friendship 8%, Gak Jelas 59%

 

 

forgive me if there was a typo

 

 

Sungyeol POV

 

Hanya dia yang bisa membuatku salah tingkah setiap didekatnya, Sungjong andaikan kita di pertemukan lebih cepat mungkinkah aku akan memilikimu?. Baiklah tadi itu tak sengaja mengucapkan kata cantik ketika itu aku hanya sedang melihatnya. Dalam beberapa detik melihat senyumnya tak sadar itu membuatku ikut tersenyum, bagiku Lee Sungjong adalah satu pengaruh baik dalam kehidupanku. Karena kegugupanku tadi membuatku mengajaknya jalan-jalan  betapa senang ketika ia menerima ajakanku itu.

 

Kini akupun bersiap untuk pergi bersamanya, ini kali pertama aku pergi berdua denganya biasanya Eomma selalu menyuruh Sungjong menemaninya atau mengurungnya seharian dikamar.

 

Saat aku membuka laci untuk mengambil jam tangan kulihat satu benda yang mengingatkanku pada masa laluku bertemu dengan seorang gadis manis yang menangis ketika di tinggal ibunya. Aku pun memakai gelang itu memandanginya sejenak sampai aku beranjak dari sini dan berjalan keluar kamar.

 

‘Apa dia ingat gelangnya? Kurasa tidak, itu sudah sangat lama sekali’

 

Aku berdiri di depan pintu kamarnya, berpikir apa yang sebaiknya di lakukan nanti setalah kami benar-benar pergi berdua.

 

~~~

 

Sungjong POV

 

Selesai mengancingkan kemeja akupun membuka lemari pakaianku mencari jaket yang pas untuk di pakai hari ini.

 

`Clingg`

 

Kudengar benda terjatuh, aku menunduk untuk mencari benda itu dan ku temukan sebuah kalung dengan cincin sebagai liontinya. Aku ingat kalung itu yang di berikan Sungyeol hyung padaku 10 tahun yang lalu ketika dia menjadi temanku.

 

Flashback~

 

“Kau jangan menangis lagi, lihat wajahmu semakin jelek saja” ucapnya yang berusaha membuatku berhenti menangis, tapi itu justru membuatku menangis lebih kencang. Jelas dia mengataiku jelek.

 

“Hwaaa…. Oppa kau jahatttt…” aku masih menangis dan kini aku memukul lenganya.

 

“Eh kubilang jangan menangis bodoh -_-“

 

“Ya!!! Kau ngataiku lagi oppa T^T”

 

“Aishh, gadis ini!!! Baiklah maafkan aku” katanya yang kini berdiri di hadapanku, aku hanya diam melihatnya.

 

“Ah iya, pakai ini” ia melepas kalung yang di pakainya dan memakaikan kalung itu padaku, aku bingung kenapa dia memberikan kalungnya padaku.

 

“Jika kau memakai itu, aku jamin tak akan ada temanmu yang berani mengejekmu lagi”

 

“Kenapa bisa begitu?” tanyaku heran sambil terus memperhatikan kalung yang sekarang aku pakai.

 

“Kau tak melihat disitu tertulis namaku, dan semua murid di sini tak mungkin tak mengenalku” jelasnya aku tersenyum melihatnya sampai aku malah tertawa mengingat perkataanya tadi.

 

“Hahaha iya aku percaya mana mungkin ada yang tak mengenal anak berandalan sepertimu oppa”

 

“Berandalan katamu? Ya!! Itu sangat tidak keren, aku ini Hero kau tau itu!!”

 

“Pahlawan apa? setiap hari kau pasti memukul orang, memangnya pahlawan begitu?”

 

“Aku tak mungkin memukul orang tanpa sebab, mereka selalu membuat masalah dengan teman-temanku Jongie~ bagaimana aku tinggal diam” ucapnya dengan penuh keseriusan, ya aku tau Sungyeol oppa adalah orang baik hanya saja dia tidak dapat mengontrol emosinya ketika ada orang yang mengganggu teman dekatnya.

 

“Tapi setidaknya kau jangan sembarangan menghajar orang oppa”

 

“Ahh terserah padamulah, aku pergi kekelas ya, kau juga pergi kekelasmu sana” setelah mengucapkan itu ia berlari menuju kelasnya.

 

Aku masih duduk di bangku melihatnya berlari sampai kekelasnya, dan ku pandangi lagi kalung yang ku pakai. Begitukah cara namja menyembunyikan kelemahanya? Bersikap kasar di luar namun aku tau mereka memiliki sisi lembut di dalamnya.

 

Flashback end~

 

Mengingat moment itu perasaanku terasa hangat, karena adanya Sungyeol hyung aku tidak merasa kesepian setelah Ibuku pergi. Dan aku masih beruntung karena dia adalah anak dari Ibu tiriku sekarang, seandainya dia bukan anak dari wanita gila itu pasti aku sudah ikutan gila dirumah ini bersamanya. Akupun memakai kalung itu dan mengenakan jaket yang sudah ku ambil.

 

`Drrtttt… Drrrrtttt`

 

‘Aku menunggumu siang ini’

 

Seseorang yang tak ku kenal mengirimiku pesan, siapa dia? Kalau ingin bertemu kenapa tidak menyertakan tempatnya apa orang ini bodoh?.

 

`Drrrrtttt… Drrrrrttttt`

 

‘Aku harap kau tidak melupakanku’

 

Ketika aku akan membalas pesan itu, seseorang mengetuk pintu kamarku dan berteriak diluar sana.

 

“Sungjong~aa kau sudah siap?” yang ku dengar itu adalah suara Sungyeol hyung

 

“Ne hyung tunggu~” sahutku, akhirnya aku menyimpan ponselku kedalam saku celana dan pergi keluar kamar.

 

Saat pintu kamar ku buka yang pertama kulihat Sungyeol hyung berdiri disana mengenakan sweater berwarna pink baby dan mengenakan celana jeans putih. Dia melihat kearahku, oh bukan kurasa dia melihat kalung yang kupakai ini mungkin dia ingat dengan kalung ini, tentu saja inikan miliknya. Kira-kira apa yang ia pikirkan ya?.

 

“Ayo kita berangkat hyung”

 

“Oh ne Jong~aa” dia berjalan duluan, kenapa dia seperti itu? Apa yang sedang dipikirkanya?. Akupun mengikutinya dari belakang.

 

Sungyeol POV

 

Kalung itu, ternyata Sungjong masih menyimpannya kukira ia sudah membuangnya. Syukurlah jika kalung itu masih ada di tangannya karena bagiku itu adalah benda yang berharga, sebab Ayahku yang memberikan itu padaku sebelum kami berpisah dulu.

 

Dalam perjalanan kali ini begitu canggung, sudah berapa lama aku tidak pergi berdua denganya. Mataku fokus memperhatikan jalanan, kini aku bingung apa yang sebaiknya aku bicarakan untuk mengusir keheningan ini. Aku meliriknya sebentar dan kembali fokus ke depan, apa yang sedang di lihatnya disana? Membuat penasaran saja.

 

“Sebaiknya kita pergi kemana?” tanyaku sedikit melihat ke arahnya, well dari tadi aku juga bingung akan membawanya kemana.

 

“Kemana saja hyung, sesukamu” jawabnya

 

“Baiklah”

 

Terlintas dalam pikiranku untuk membawanya ketempat itu, taman dimana aku bertemu denganya sebelum aku tau kalau dia akan menjadi saudara tiriku. Lagipula sudah sangat lama tak mengunjungi tempat itu, kira-kira sekarang seperti apa ya?.

 

Sekilas ku lihat dari sisi pandanganku Sungjong masih saja melihat layar ponselnya.

 

“Apa kau tidak bosan?” tanyaku

 

“Eh? Bosan?”

 

“Ya dari tadi kau hanya melihat layar ponsel mu saja, memangnya ada yang lebih menarik dariku?” sindirku ia malah terkekeh lucu sekali dia.

 

“Hahaha kau ini hyung, tidak ada” jawabnya dan memasukan ponselnya kedalam saku jaketnya. Kenapa langsung di simpan? Ya tapi kalau aku tak salah lihat, tadi itu foto mu dengan seseorang.

 

‘Baiklah aku cemburu?!’ batinku

 

Tak lama kami sampai di tempat yang sudah tak asing lagi bagi ku. Aku menghentikan laju mobilku, Sungjong melihat keluar jendela dari raut wajahnya terlihat terkejut. Mata indahnya terus melihat sekeliling tempat kami sekarang.

 

“Ini…” belum selesai ia bicara dengan senang hati aku menjelaskan apa yang akan ia tanyakan, sebelum kau mengatakanya aku sudah  tau apa yang akan kau tanyakan Sungjong~aa.

 

“Ya ini tempat kita bertemu dulu, kau masih ingatkan?”

 

“Aku ingat hyung, bagaimana aku bisa lupa disini aku bertemu dengan namja baik sepertimu” jawabnya sambil tersenyum ke arahku.

 

“Ya, disini akupun bertemu dengan yeoja manis sepertimu” ucapku

 

Kulihat raut wajahnya berubah, aigo aku lupa harusnya aku tak mengatakan itu tadi. Kau bodoh sekali sih -_- lihat kau membuatnya sedih lagi Lee Sungyeol!!.

 

“Errr… maksudku namja…. ya namja”

 

“Aish lupakan, kau tak ingin turun?” tanyaku berusaha mencairkan suasana.

 

“Eoh? Oh tentu, ayo hyung” jawabnya tersenyum, senyumnya terlihat palsu. Iapun keluar dari mobil dan berjalan ke tepi danau meninggalkanku yang masih berada dalam mobil melihatnya.

 

‘Maaf Sungjong~aa bukan maksudku mengingatkanmu akan masa lalu itu’

 

Flashback~

 

“Eomma… hiks”

 

Ketika aku berjalan tak sengaja ku dengar seseorang tengah menangis, aku menoleh melihat orang itu ternyata seorang yeoja kecil dan seorang wanita yang terlihat sedikit sudah berumur.

 

“Please baby, jangan menangis lahi, itu tak akan mengubah keputusanku” ucap wanita itu dan mengelus kepala yeoja di hadapanya.

 

“Tapi eomma… hiks aku…”

 

“Berhenti menangis Lee Sungjong, kau harus kuat jangan menjadi lemah sepertiku, nak” kata wanita yang dipanggil eomma oleh yeoja yang benama Sungjong itu.

 

“Aku tidak…”

 

“Jadilah yeoja yang kuat jangan seperti ini, hatimu harus lebih kuat dari namja”

 

“Berjanjilah padaku ini terakhir kalinya kau menangis karena di tinggal seseorang, eoh?” lanjut wanita itu yang kini berjongkok di hadapan yeoja kecil yang mengangguk untuk menjawab pernyataan ibunya.

 

“Anak pintar, Aku menyayangimu Sungjong, sangat menyayangimu” wanita itu memeluk yeoja kecil sebentar kemudian melepasnya.

 

“Pulanglah, aku harus pergi sekarang” kini ia berdiri dan menghapus kasar air matanya dengan tanganya.

 

“Ingatlah janjimu padaku, dan jaga dirimu baik-baik” selesai mengucapkanya wanita itu berbalik pergi meninggalkan yeoja kecil itu menagis dalam diam.

 

“Eomma!!! Kembali!!! Ku bilang kembali!!!”

 

“Hiks hiks… eomma jangan pergi kumohon”

 

Aku tak tega melihatnya menangis entahlah kenapa, kini ku putuskan mendekatinya.

 

“Hey kau?!” panggilku padanya saat jarakku denganya tinggal beberapa langkah. Ia mengangkat kepalanya dan menatapku sendu.

 

“Kenapa kau menangis? Dan kenapa ibumu meninggalkanmu?” tanyaku, entah bagaimana bisa aku langsung

bertanya seperti itu, karena hanya itu yang ku pikirkan tapi dia tetap diam masih melihatku.

 

“Ya!! Aku betanya padamu!!” bentaku, terkadang aku kesal ketika ada orang yang tak memperdulikanku ketika jelas-jelas aku sedang berbicara padanya, yeoja itu malah melihatku dari atas sampai bawah.

 

“Namja” hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, aku tidak mengerti maksudnya, apa dia bertanya?.

 

“Kau bertanya apakah aku namja? Tentu aku namja” kataku

Aku melihat kesekeliling dan mataku mendapatkan sebatang kayu besar, akupun berlari dan mengambilnya dengan kedua tanganku kemudian kembali ke tempat yeoja itu.

 

“Lihat aku kuatkan!” ucapku bangga, dia tertawa melihatku. Hey manis sekali dia.

 

“Namja kuat” ucapnya dan tersenyum lagi, sebenarnya aku tidak mengerti maksudnya tapi akhirnya aku ikut tersenyum seperti dia.

 

Flashback end~

 

Saat itu dia terlihat lucu,  wajahnya sangat cantik untuk yeoja seumurannya saat itu. Akupun turun dari mobil dan berjalan perlahan ke arahnya yang kini sedang menerawang. Angin sejuk bertiup lembut kulihat matanya menutup perlahan menikmati tiupan angin.

 

“Jangan kau pikirkan lagi, maaf telah mengingatkanmu akan hal itu” kataku setelah kini berada di sampingnya lalu ia menoleh.

 

“Ya, tidak apa-apa hyung”

 

Meski dia berkata begitu tapi aku tau pasti dia sedih tengah mengingat masa lalu ketika ibunya meninggalkanya. Tanganku terangkat mengelus lembut kepalanya, perlu kau tau Sungjong meski ibumu meninggalkanmu, dan ayahmu juga meninggalkanmu disini ada aku yang akan terus bersamamu dan menyayangimu lebih dari mereka. Seberapa banyak pun kau menolak perasaan ini, aku tak pernah menyesal telah mengenalmu. Karena ketulusan yang membuatku bertahan sampai saat ini. 

 

-TBC

[ Fanfiction ] Infinite Myungjong Couple “Boy or Girl” Part 1

Author : Lemonkimie

Title  : BOY or GIRL

Author : lemon kimie

Cast : – Lee Sungjong – Lee Sungyeol

and Other cast

Genre : Sad 7%, Romance 23%, Friendship 5%, Gak Jelas 65%

 

 

[ini pernah di post di akun fb saya] [don’t copy this story]

Image

forgive me if there was a typo

 

 

Sungjong POV

 

 

`Cklek`

 

 

Kudengar pintu kamarku terbuka, ya aku bisa menebak siapa yang bisa sembarangan masuk kamarku seperti itu, dia Ibu tiriku.

 

Aku tak heran jika Suaminya yang dulu mencampakannya, wanita kasar dan haus harta sepertinya memang pantas ditinggalkan, tapi betapa bodohnya Ayah ku dengan mudah menikahinya. Kenapa juga dulu aku tak bisa mencagah pernikahan mereka, ini benar-benar bodoh aku menyesal tak pergi besama Ibu ku kini aku merindukanya sungguh.

 

Aku jelas tau orang itu pasti sedang menatapku, hanya saja aku tak pernah sudi menyapanya, pura-pura saja sibuk dengan sesuatu sampai dia memanggilku.

 

 

“Lee Sungjong, bagaimana jawabanmu? Ini sudah hari yang kau janjikan waktu itu” ucapnya sambil duduk di ranjangku. Aku menoleh kearahnya, melihatnya dengan tatapan marah.

 

Bagaimana tidak, tak pernah ada yang memaksaku untuk melakukan sesuatu yang tak pernah ku inginkan termasuk kedua orang tuaku, tapi dia berani memerintahkan hal-hal yang di luar dugaan ku.

 

Begitu banyak rasa benci ku terhadap orang itu, tapi tak pernah ada cara untuk bisa mengungkapkanya. Ya orang lemah seperti ku bisa apa? melawan? Sudahlah, seberapa banyak aku melawannya dan seberapa banyak juga yang bisa di lakukannya pada tubuhku.

 

 

“Beri aku waktu eomma, aku…” belum selesai aku bicara wanita itu memotongnya dengan omelannya.

 

 

“Cukup, kau pikir berapa lama lagi dia harus menunggumu? Aku bosan mendengar alasan-alasan bodohmu menunggu namjamu itu” ucapnya dengan nada tinggi

 

 

“Kumohon, aku hanya ingin bersamanya, tolong jangan paksa aku” pintaku, ya aku tau bagaimanapun aku memohon wanita itu tak akan pernah mendengarkan. Kulihat dia berdiri dari duduknya dan menghampiriku yang kini tengah berdiri di dekat jendela besar di kamarku.

 

 

“Apa? kau mau mengulur-ngulur waktu lagi huh?” katanya, dengan kasar ia menarik rambutku rasanya sangat menyakitkan.

 

Kenapa aku harus hidup dengan orang gila ini Ayah? Kau tega meninggalkanku bersamanya disini, di rumahku sendiri yang dulunya penuh dengan keceriaan dan canda tawa.

 

 

“Katakan apa yang membuatmu ingin tetap bersamanya? Bahkan dia tak lebih kaya dari namja yang akan menikahimu ini” sindirnya sinis.

 

Aku tau sekarang kekasihku memang tak sekaya dulu lagi, tapi aku tak pernah memandangnya dari harta yang di milikinya, perlu kau tau wanita jelek aku tak seperti mu yang hanya memikirkan harta.

 

 

“Karena aku mencintainya!” 

 

 

“Apa?! Cinta katamu? Hahaha kau pikir kau akan hidup selamanya hanya dengan mengandalkan cinta?! Kau mau bodoh seperti Ayahmu?” kata-kata itu membuatku marah.

 

Bagaimana tidak ?! dia mengatakan hal yang tak seharusnya dikatakan tentang Ayahku meski memang kuakui dia bodoh karena menikah denganmu.

 

 

“Jaga bicaramu!” bentakku disela-sela ringisan ketika ia menarik lagi rambutku.

 

 

“Kau mulai berani berteriak di depanku huh? Kau akan tau akibatnya bodoh!!” ucapnya.

 

Ia membenturkan kepalaku ke sisi jendela. Tiba-tiba pandanganku buram itu sangat menyakitkan.

 

 

“Dengar Lee Sungjong!! Kau akan menikah dengan namja itu minggu depan, aku tak mau tau alasanmu lagi, segera persiapkan dirimu dan sebaiknya lupakan namja yang kau tunggu itu, mengerti?!!” dia berteriak di depanku

 

 

Aku tak mengindahkannya yang kurasakan kini kepalaku sangat pusing tangannya masih aktif menarik rambutku membuatku merasa lebih sakit lagi. Ia mendorongku hingga jatuh, aku tak bisa melakukan apapun. Ia berjongkok meraih dan mencengkram bahuku.

 

 

“Kau tak bisa menolaknya, jika kau sampai menolaknya lagi akan kupastikan namjamu akan mati ditanganku!” selesai mengucapkan itu wanita ini menghempaskan tubuhku kelantai dan pergi begitu saja. 

 

 

Lihat betapa lemahnya diriku, bahkan melawannya saja aku tak bisa. Tak terasa air mataku mengalir begitu saja ketika aku mengingat senyum di wajah namjaku, dan kata-kata wanita tadi membuatku gemetar.

 

Aku tak bisa membiarkannya melukai namjaku, aku tak bisa terus menyusahkannya selama bersamaku. Aku mulai lelah menunggunya, aku lelah jika harus terus mengobati luka yang mereka berikan tapi apa guna jika mereka melukainya lagi.

 

Aku akan menghentikan ini, menghentikan semuanya, mungkin dengan aku menikah dengaan namja kaya itu mereka tak akan melukaiku lagi dan mereka akan berhenti menyakiti namjaku.

 

 

***

 

 

Sungyeol POV

 

 

Sedari tadi kecemasanlah yang menyelimuti hati dan pikiranku tentangnya, aku harap aku tak terlambat datang menolongnya lagi. Dengan cepat aku berjalan menuju kamarnya, mengacuhkan semua sapaan dari para pelayan yang berpapasan denganku yang aku pikirkan adalah dia hanya dia sekarang.

 

Kulihat pintu kamarnya yang tertutup rapat terasa hening dan sepi, perlahan ku ketuk pintunya namun tak ada jawaban dari dalam, apa dia sudah tidur? Tanpa ragu ku buka pintunya pelan.

 

Didalam gelap, apa dia benar-benar sudah tidur? Tapi biasanya dia mengunci pintu jika dia tidur. Aku masuk kedalam sana, dan menutup pintunya lagi kemudian menyalakan lampu. Sekarang terlihat tak ada seorangpun di ranjang itu lalu dimana dia?.

 

 

“Ya Tuhan” aku melihat ia tergeletak di lantai, aku terlambat datang lagi kan? Maafkan aku Sungjong.

 

 

Segera ku bawa tubuh kecilnya itu untuk berbaring di atas ranjangnya yang hangat. Tak sengaja aku melihat memar di ujung sana, dia melukaimu lagikan? Sakitkah?. Maaf jika aku tak bisa menolongmu, harusnya aku datang lebih cepatkan?

 

 

“Selamat malam, tidurlah yang nyenyak” kataku sambil mengelus kepalanya dan mengusap pipinya yang lembut.

 

 

“Saranghae~” ku bisikan kata itu di telinganya.

 

Aku tau dia tak akan mendengarnya tapi setidaknya aku tak pernah menyembunyikan perasaanku yang sesungguhnya pada dia. Aku selalu berharap ada saatnya ketika  dia hidup bebas dan bahagia, namun yang ku inginkan kebahagiaan itu adalah bersamaku.

 

 

***

 

 

Author POV

 

 

Tengah malam Sungjong terbangun, dan ia mulai merasakan lagi sakit akibat benturan itu. Matanya melihat kesetiap sudut ruangan, memang seharusnya dia tidak merasa aneh sebab ia masih berada dalam kamarnya tapi yang dia ingat ketika ia tak sadarkan diri di lantai dan bukan di ranjangnya.

 

Satu nama terlintas dalam pikirannya Lee Sungyeol kakak tirinya itu memang berbeda jauh dari sifat ibunya. Tak heran jika Sungjong bisa dekat denganya orang baik dan perhatian seperti Lee Sungyeol. Sungjong kini berbaring sibuk dengan pikiranya tentang pernyataan Ibu tirinya tadi, bagaimana dia bisa tenang jika ancaman yang terlontar bersangkutan dengan kekasihnya. 

 

 

`Cklek`

 

 

Seseorang membuka pintu kamar, Sungjong yang menyadari itu menutup matanya lagi berpura-pura tidur membiarkan orang itu masuk kedalam kamarnya.

 

Perlahan orang itu menutup pintunya lagi, berjalan mendekati ranjang Sungjong dan memeluk tubuh Sungjong yang sedang berbaring.

 

 

Sungjong POV

 

 

Dengan mata yang masih terpejam, aku dapat merasakan seseorang memelukku entahlah siapa dia aku tak bisa melihat wajahnya. 

 

“Jangan turuti dia, kau tak boleh menikah dengan orang itu” ucapnya seperti berbisik di telingaku, ya aku kenal suaranya ini Sungyeol hyung tapi ada apa dengan ucapanya?

 

“Kau harus tetap disini bersamaku” lanjutnya yang membuat ku semakin tak mengerti apa maksudnya.

 

“Tidak minggu depan, bulan depan, tahun depan atau kapanpun itu tidak boleh terjadi jika tidak bersamaku” sambungnya, aku masih diam mendengarkan apa yang akan ia katakan lagi.

 

“Jangan menikah denganya” 

 

 

Ketika kalimat itu keluar dari mulutnya, aku pikir mungkin ia seperti ini karena sedang patah hati dengan kekasihnya yang mungkin akan menikah dengan orang lain bukan dengannya? Tapi aku tak pernah tau kalau Sungyeol hyung punya pacar. Aku membalas pelukanya, iya setidaknya dia tau kalau aku mendengar semua curhatannya, yang sabar ya hyung.

 

 

“Uljima hyung, aku disini” ucapku ketika aku merasa piyamaku basah mungkin dia menangis?

 

 

‘Apa dia juga akan seperti ini jika aku benar-benar meninggalkanya dan menyetujui pernikahan itu?’

 

 

Sungyeol POV

 

 

Memeluknya seperti ini bagiku sangat nyaman, mengingat ia adalah orang yang mampu mengubah sifatku dengan mudahnya. Sebelum bertemu denganya aku bukanlah orang yang baik, seorang yang selalu membantah dan kasar, bertemu denganya seperti sebuah magic.

 

Aku merasakan tangan yang melingkar di pinggangku, hey dia membalas pelukanku apa dia tidak tidur? Sungguh aku terkejut  karena ku pikir ia sudah tidur maka aku berani memeluknya seperti ini.

 

 

‘Sungjong apa kau tau perasaanku padamu sekarang?’

 

 

Situasi seperti ini yang membuat ku lupa tak seharusnya aku membiarkanya tau perasaanku, mengingat statusku sekarang sebagai hyungnya. Tapi entah hatiku menginginkan ini lebih lama lagi, Sungjong ijinkan aku lebih lama bersamamu.

 

Tak lama rasa kantuk menghampiri (?) akupun segera menutup mataku.

 

 

Dalam mimpiku senyum itu yang ku lihat, keindahan yang di sembunyikanya adalah senyuman manis itu. Cahaya yang berlebih membuatku terbangun dari tidurku yang nyenyak, orang pertama yang ku lihat dirinya yang sedang mebuka tirai itu dan membiarkan cahaya matahari masuk.

 

Aku terpaku saat melihat senyum itu nyata, bukan hanya dalam mimpiku ternyata benar ia memiliki senyum yang ku mimpikan bahkan lebih indah.

 

 

“Eoh? Hyung kau sudah bangun ya?” ucapnya ketika ia menoleh kearahku, efek cahaya matahari menyorot ke wajahnya membuatnya cerah terlihat seperti malaikat dengan kecantikanya.

 

 

“hmm apa yang sedang kau lihat?” aku hanya berdeham menjawab pertanyaanya dan berjalan ke tempatnya sekarang.

 

 

“Burung itu, dia sepertinya terlihat senang ketika temanya menghampirinya” jelasnya sambil menunjuk apa yang di maksud.

 

Aku memperhatikan burung itu ya memang apa yang ia katakan benar, sepertinya dia bahagia.

 

 

“Woahh sekarang mereka terbang bersama” lanjutnya saat sepasang burung itu terbang bersama, aku melihat matanya yang mengikuti kemana burung itu terbang.

 

 

“Kau cantik”

 

 

“Apa?”

 

 

“Aaa… maksudku cuaca hari ini sangat cantik, hmm kau mau jalan-jalan?” kataku gugup, aigo kau ini membuat jantungku berdebar.

 

 

“Aku… baiklah aku ikut denganmu hyung” jawabnya dengan senyum itu.

 

 

Someone POV

 

 

Di hari yang cerah ini waktu ku bertemu kembali denganya, kekasihku yang sangat kurindukan. Sudah ku habiskan waktu ku selama 6 bulan ini tanpa dirinya di sampingku. Selama itu juga aku tak dapat menghubunginya, bukannya tak mau hanya saja waktu ku tersita dengan kesibukanku. Aku harap dia mengerti dengan keadaanku ini, baiklah sekarang aku akan pergi ke tempat dimana kami bertemu 2 tahun yang lalu. Setahu ku tempat itu tak pernah berubah setidaknya sebelum aku pergi ke jepang.

 

Aku tak sabar bertemu denganmu …… Lee Sungjong.

 

-TBC

[ Fanfiction ] Infinite Myungjong Couple “Only Tears” Part 4

Author : Lemonkimie

Title  : Only Tears

Cast : – Lee Sungjong – Kim Myungsoo – Lee Howon

and Other cast

Genre : Sad 3%, Romance 17%, Friendship 5%, Gak Jelas 75%

 

 

[ini pernah dipost di akun fb saya] [don’t copy this story]

Pagi ini membawa suasana yang berbeda, Cahaya matahari pagi masuk kesetiap ruang yang ada. Hangatnya membuat Sungjong terbangun dari tidurnya. Sejenak ia duduk diam di tepi ranjang, Sungjong merasa ada yang berbeda pada dirinya, ia tersenyum melihat Hoya yang masih tertidur sebelum akhirnya Sungjong meninggalkan kamar. Suara air yang dituangkan menjadi satu-satunya suara yang terdengar di pagi yang hening ini, dengan perlahan ia meneguk air, disana seseorang sedang memperhatikan. Sungjong masih belum menyadari itu sampai akhirnya L menyapanya.

L POV

Aku melihatnya, ya seseorang yang selalu ku pikirkan dan hampir membuatku gila dengan perubahannya yang tak ku mengerti. Lihatlah bagaimana bisa dia setenang itu tapi justru disini hati dan pikiranku kacau karenanya. Apa benar dia tak mencintaiku lagi? Tidak, tidak mungkin seperti itu, ya aku harap. Lama-lama melihatnya dari kejauhan tanpa melakukan apa-apa aku merasa seperti orang bodoh, Ya! Kim Myungsoo beranikan dirimu payah!

“Jongie~” panggilan lembut itu yang akhirnya keluar

Sungjong menoleh terlihat sedikit terkejut. Sudah ku duga ia tak menjawab panggilanku, dia hanya menatapku.

Aishhh kumohon Lee Sungjong jangan seperti ini.

“Kemarilah!” tak bisaku bendung lagi, aku benar-benar merindukan Sungjongku namun penolakan yang harus ku terima lagi.

Ya Sungjong mengacuhkanku lagi, lagi? Hahaha ya hanya Sungjong yang membuatku tak tahan diacuhkan, hanya dia yang bisa membuatku seperti orang bodoh. Harusku akui, aku lebih mencintainya dari apapun. Dia berbalik begitu saja, tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya.

“Beri aku kesempatan, jika memang aku melakukan kesalahan” aku menghampirinya, tinggal beberapa langkah lagi ia berbalik menatapku dingin.

Oh ayolah, tatapannya, damn!! Ya Lee Sungjong bodoh!!.

Tunggu, apa katanya?? Apa dia berbicara padaku? Tidak bahkan suaranya tak bisa kudengar, apa dia mau main-main denganku?

“Ya! Bicara yang benar, aku tidak bisa mendengarnya, Jongie” ucapku

Sekali lagi aku melihat bibir indahnya bergerak (?) seperti mengatakan sesuatu, tapi sungguh aku tak dapat mendengar suaranya. Ia membulatkan matanya dan mengeleng kepalanya, sungguh aku tak mengerti ini Sungjong malah berlari masuk ke dalam kamarnya.

`Cklek` `Bruukk`

Ya sekali lagi kau membuatku kawatir

`Ttok ttok`

Kuketuk pintu kamarnya, tiba-tiba pikiran buruk tentangnya melayang di otakku ketika ku ingat kejadian kemarin. Aishhh tidak, jangan berpikir begitu bodoh, dia pasti baik-baik saja.

“Sungjong~aa kau baik-baik saja?” aku masih terus mengetuk pintunya, berharap ia menyahut panggilanku.

Ku mohon Jongie jangan terus seperti ini, kau harus tau bagaimana perasaanku ketika memikirkanmu.

Hoya POV

`Brukkk`

Aku mendengar suara pintu yang di tutup keras, oh please ini masih pagi. Dengan malas ku dudukkan tubuhku di sisi ranjang, untuk sejenak mengumpulkan kesadaranku. Setelah ku tau ternyata Sungjong yg membanting pintunya aku berjalan mendekatinya yang masih berada di depan pintu. Sedikit heran ada apa dengan ekspresi di wajahnya?. Tak lama aku menatapnya dari beberapa jarak ku dengar suara ketukan dari luar.

`Ttok ttok`

“Jongie~ kau tak mau membuka pintunya?” tanyaku lembut, Sungjong melihatku namun iya hanya menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaanku.  

“Sungjong~aa kau baik-baik saja?” terdengar suara L di luar sana, kukira mungkin mereka bertengkar lagi? Hahh entahlah.

“Apa yang terjadi, Jong? Apa L mengganggumu?” tanyaku lagi, sepertinya ia sedang gelisah, tidak, mungkin dia sedang takut? Sungguh aku tak mengerti, ia hanya diam tak menjawab pertanyaanku.

“Katakan sesuatu agar aku mengerti Lee Sungjong!”

Yang ku lihat dia ragu untuk membuka mulutnya, hey kurasa iya mengatakan sesuatu, tapi tak ada suara yang kudengar dari mulutnya bahkan bisikanpun tak ada.

“Baiklah, apakah kau marah padaku sampai-sampai tak mau bicara pada ku seperti ini?”

Yang ku dapat darinya hanya gelengan kepala sebagai jawabannya. Jika dia memang marah padaku pasti tidak akan menjawab meski dengan anggukan atau gelengan kepala, lalu apa yang terjadi padanya sampai tak mau mengeluarkan suaranya?.

“Apa tenggorokanmu sakit?” well, lebih baik aku berpikir positif dulu tentangnya. Untuk kesekian kalinya pemirsa (?) Lee Sungjong namja cantik itu menggeleng kepalanya lagi *demen amat si jong geleng-geleng ya#plak*

“Coba katakan sesuatu! Keluarkan suaramu Sungjong!” oke emosi bercampur khawatir membuatku membentaknya, ia mematung menatapku.

“Ya! Hyung jangan kasar pada Jongieku!”  L berteriak dengan terus mengetuk pintu dari luar, namun aku tak peduli dengan ucapannya, saat ini aku hanya peduli pada namja di hadapanku ini.

Mianhae Jongie, bukan maksudku begitu, aishhh!!! Ku usap air matanya yang mengalir di wajah cantiknya ku bersihkan dahinya yang penuh dengan keringat itu. Ku peluk tubuhnya, membiarkannya menangis di bahuku meski aku tak tau pasti apa yang membuatnya menangis.

“Ssttttt, sudahlah maafkan aku membentakmu tadi, maaf” ucapku sambil ku elus rambutnya yang halus, dia mengangguk. Ketika kurasa dia mulai tenang, aku melepas pelukanku dan menatapnya.

“Jangan berpikir buruk dulu, berhentilah menangis, hmm?” ku hapus air matanya, aku harap apa yang aku pikirkan bukanlah yang sebenarnya terjadi.

“Sekarang kita keluar, jangan buat yang lain cemas, kajja”

`Cklek`

Ketika pintu terbuka L objek pertama yang kami lihat, rupanya dia masih di depan pintu kamar kami, dasar bocah =_=. Sungjong berjalan melewati L dan ikut berkumpul bersama yang lain di dapur unruk sarapan. Namun L masih berdiri di tempatnya, melihatku dengan tatapan menyelidik.

“Kenapa?” tanyaku

“Apa yang terjadi padanya?”

“Ck” sudah ku duga ia menanyakan Sungjong, bagaimana bisa aku jelaskan? Sementara aku sendiri masih bingung?.

“Aku bertanya padamu hyung!” ucapnya ketus, aishhh anak ini bahkan pada hyungnya sendiri masih bisa seperti itu.

“Aku tidak tau, kau juga jangan memaksanya memberitau, sudahlah” malas untuk berdebat dengan anak itu pagi ini, aku menyusul Sungjong ke dapur.

Sungjong POV

Tenangkan dirimu Lee Sungjong, kau akan baik-baik saja, mungkin ini sakit tenggorokan biasa.

“Maknae~aa kau tidak makan?” tanya Dongwoo hyung yang membuyarkan lamunanku, aigo bagaimana aku menjawabnya.

“Sungjong sedang sedikit tidak enak badan, iyakan?” oh Hoya hyung gomawo, akupun mengangguk.

Aku sama sekali tak ingin membuat hyungdeul cemas. Selesai mengucapkan itu Hoya hyung duduk di sebelahku, tak lama ku lihat Myungie hyung berjalan lemas kemari, sebentar ia melihatku dan Hoya hyung lalu duduk di hadapanku. Aigo kenapa malah duduk di situ, lihat tatapannya membuatku merinding. Aishhh sudahlah Lee Sungjong habiskan makananmu sekarang.

Hoya hyung sangat membantuku, tapi ku pikir ini terlalu menyusahkannya. Apa sebaiknya aku bilang pada mereka kalau suaraku hilang?. Oh please meski mungkin suaraku tak sebagus Kim Sunggyu tapi sekarang aku adalah seorang penyanyi, bagaimana bisa menyanyi jika suaraku hilang seperti ini. Untungnya menejer hyung bilang tidak ada jadwal untuk Infinite tapi jadwal penuh buat Sunggyu hyung dan Infinite H, ya Hoya hyung harus pergi siang ini. Lalu bagaimana cara aku mengatasi ini sendiri?.

“Hey, kau memikirkan apa?” tanya Hoya hyung yang sedang mengancingkan kemejanya.

Bodoh! Bagaimana aku bisa menjawabnya =_=, aisshhh ku pikir dia lupa? Entahlah. Akhirnya aku hanya diam sampai kini dia duduk di sampingku.

“Oh mianhae, aku lupa” ucapnya dengan senyumnya yang manis, hahhh sudah ku duga.

Dia mengalihkan pandangannya kesegala arah seperti mencari sesuatu, memangnya apa yang dia cari? Hyung jangan membuatku bingung. Ia membuka laci setelah menemukan yang dicarinya hyung kembali duduk di sampingku. Hey, bukankah itu alat tulis? Untuk apa? memberiku tanda tanganmu? Haha maaf aku bukan fans mu hyung kkkk~.

“Disini, kau tulis apa yang ingin kau katakan”

Untuk beberapa saat aku berpikir, ternyata dia pintar juga bagaimana aku tidak berpikir sampai sana? Ternyata kau terlalu babo Lee Sungjong. Aku menuruti kata hyungku ini, akupun mulai menulis di buku itu.

‘Aku hanya bingung, apa yang akan ku lakukan saat hyung pergi’

Hoya hyung tersenyum melihat tulisanku, aishhh apa yang dia pikirkan? Lucukah?.

“Kau tak ingin aku pergi?” eh apa maksudnya?

‘Bukan maksudku….’ belum selesai aku menulis Hoya hyung sudah tertawa, aishhh apanya yang lucu sih, menyebalkan. Dengen kesal aku menyimpan buku dan pensil yang kupegang dan mulai melihatnya aneh.

“eh, ehemm mianhae, kau mau aku terus bersamamu?”

Sebenarnya bukan seperti itu maksudnya, tapi kurang lebih ya aku ingin dia membantuku. Ah ya sudahlah, aku mengangguk sebagai jawaban dan diapun tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu ikut saja denganku, hmm?”

L POV

Terlalu asik mengobrol bersama Dino hyung, aku sampai tak memperhatikan Jong di sekitarku. Aku berjalan mengelilingi seisi dorm dan tak ada namja cantik itu terlihat, satu tempat yang belum ku lihat, ya kau tau pasti tempat yang paling tak ingin ku lihat kamarnya bersama Hoya hyung. Baiklah aku kesana hanya untuk memastikannya ada didorm. Pintunya tertutup, apa yang harus ku lakukan? Kudekatkan telingaku dengan pintu kamarnya bukan bermaksud tidak sopan, hanya saja aku penasaran. Disana hening, aishh aku tidak bisa mendengar apapun. Perlahan aku membuka pintu kamarnya, setelah tebuka sedikit aku bisa melihat mereka ya Hoya hyung bersama Jongie ku duduk di sisi ranjang. Tapi apa yang mereka bicarakan?.

“Disini, kau tulis apa yang ingin kau katakan” ucap Hoya hyung

Apa maksudnya? Kenapa harus di tulis kedalam buku?. Ya Sungjong mengikuti apa yang Hoya hyung katakan, Hoya hyung pun tersenyum melihat tulisan yang ada di buku itu.

“Kau tak ingin aku pergi?” katanya kemudian memandang Sungjong.

Memangnya apa yang Jongie tulis? Sungjong mulai menulis lagi, tapi Hoya malah tertawa senang Sungjong menyimpan buku dan pensil dan menatap Hoya hyung dengan kesal. Aishhh kalian membicarakan apa sebenarnya?.

“eh, ehemm mianhae, kau mau aku terus bersamamu?”

Dia mengangguk dan itu cukup membuatku sesak.

“Baiklah, kalau begitu ikut saja denganku, hmm?”

“Sungjong aa~” aigo!! Kenapa aku malah memanggilnya =_=

Sungjong POV

Aku berpikir dengan baik dengan ajakan Hoya hyung, tapi satu panggilan yang aku kenal mengalihkan perhatianku. Myungie hyung, sejak kapan kau ada di situ.

“eoh? L, ada apa?” tanya Hoya hyung

“Aku berbicara pada Sungjong, bukan padamu hyung” jawabnya

Hey dia kasar sekali bicaranya, ku lihat ia berjalan masuk ke dalam kamar dan matanya masih terus lurus menatapku. Ya begitulah dia suka membebani orang dengan tatapanya. Sekarang dia berdiri di hadapanku dan Hoya hyung.

“Apa begitu cara bicaramu sekarang? Menulis di dalam buku?!” katanya dengan nada bicara yang sedikit tinggi, aku diam menundukan kepalaku jujur saja ketakutanku muncul ketika dia marah.

“Kecilkan suaramu!!”

“Tidak ada urusannya denganmu hyung!!!”

“Apapun yang terjadi padanya sekarang menjadi urusanku, Kim Myungsoo!!” bentak Hoya hyung yang sekarang sudah berdiri berhadapan dengannya. Mereka saling menatap aku tidak suka situasi seperti ini.

“Ck, mamangnya kau siapa?!” tanyanya penuh penekanan, aishhh L hyung jangan membuatnya marah kumohon.

“Bagaimana kalau aku katakan bahwa dia adalah kekasihku? Apa yang akan kau lakukan?” kata Hoya hyung lantang, Mwo?!! Apa katanya? Aigo bagaimana ini?.

“Apa? hahh ahaha.. kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu itu hyung? Omong kosong Lee Sung….” sekarang dia menatapku dengan mencengkram tanganku.

“Bagaimana kalau itu adalah kenyataan?” saat ucapan itu keluar dari mulut Hoya hyung dapat kurasakan cengkraman tangan L hyung melemas, namun matanya masih lurus menatapku.

“Berhenti bicara hyung!! Kau membuatku marah!!”

“Kalau kau ingin marah, jangan disini, aku tak suka melihatmu bicara kasar pada Jongieku!!”

“Apa katamu?!!”

“Apa?!!”

“Hey kalian ini kenapa sih?!!” teriak Gyu hyung berdiri di antara mereka.

“Hoya, kita harus pergi sekarang, kajja!!” ucap Dongwoo hyung yang berdiri di ambang pintu, Hoya hyung menatapku sebentar aku menganggukan kepala.

“Jaga dirimu, hubungi aku jika ada sesuatu, mengerti?” aku mengangguk lagi ia mengacak rambutku lembut.

“hmm joha!! Aku pergi” ucapnya sambil tersenyum manis

Sampai akhirnya dia benar-benar pergi, suasana ini sungguh tak nyaman, dimana aku berada dalam satu ruangan bersamanya tanpa saling menyapa hening tanpa kata seperti orang-orang yang tak pernah saling kenal. Ya bagaimana aku bisa menyapanya suaramu hilang Lee Sungjong =_= ku beranikan diri melihat kearahnya, Ya!! Cukup menatapku seperti itu!! Aishhh lupakan, aku berniat meninggalkannya tapi ia malah menahan tanganku. Kurasa sudah melewati beberapa menit kami dalam posisi seperti sekarang, apa maksudnya menahanku tapi yang ia lakukan hanya diam. Baiklah Kim Myungsoo aku menunggu.

“Aku menunggu mu, berbalik kearahku” kata-kata yang mengejutkanku ketika aku berbalik melihatnya, aishhh orang ini berhasil membuat jantungku berdebar lagi tatapannya berhasil mengunci mataku (?). Seseorang tolong selamatkan aku dari kondisi ini.

`Grep`

Orang ini memeluku erat aku hampir kehabisan nafas, ingin sekali berteriak ditelinganya tapi sayangnya aku tak bisa. Semakin erat dan semakin membuatku sesak, ya!!! Kim Myungsoo kau mau membunuhku??

L POV

Aku disini bersamanya, entahlah tanganku refleks menahannya. Ya bahkan tanganku juga ikut merindukan tangannya begitu juga aku yang merindukanmu Lee Sungjong. Seakan waktu ini berhenti tak ada satu di antara kami yang membuka pembicaraan, jujur aku masih bingung dengan sikapnya pagi ini. Dengan sengaja ku buat moment hening ini, aku ingin dia berbalik kearahku, berbicara lagi di hadapanku bukannya membelakangiku seperti ini.

“Aku menunggu mu, berbalik kearahku” ucapku ketika ia berbalik

Diam seperti ini Lee Sungjong aku ingin memelukmu lebih lama. Dapat kurasakan sedikit tolakan darinya, tapi apa peduliku? Kau harus membayarnya pelukan ini adalah hasil dari rasa rindu ini (?). Tubuh kecil ini kenapa masih sama? Apa kau tak pernah makan? Kkk~ dasar anak ini, tapi aku suka tubuh kecilnya ini karena aku bisa memeluknya lebih erat dibandingkan pelukannya. Ini sedikit aneh, kenapa dia tak berteriak ataupun memarahi ku seperti beberapa hari yang lalu? Apa dia sudah tak marah lagi? Tapi kenapa masih tak mau bicara padaku?

TBC 

sekian wasalam (?) -bow-

 

[ Fanfiction ] Infinite Myungjong Couple “Only Tears” Part 3

Author : Lemonkimie

ImageTitle  : Only Tears

Cast : – Lee Sungjong – Kim Myungsoo – Lee Howon

and Other cast

Genre : Sad 10%, Romance 25%, Friendship 10%, Gak Jelas 55%

 

[ini pernah di post di akun fb saya] [don’t copy this story]

 

 

No bash ya, inget loh ini cuma fanfic alias fiksi belaka, jangan di ambil hati ya para reader ._.v gak suka jangan baca oke??!!

 

 

 

Satu lagi penampilan INFINITE yang memukau para penggemarnya, teriakan-teriakan itulah yang memberikan mereka semangat lebih. Sungjong dan Hoya kini terlihat selalu bersama berjalan kesana kemari (?) menyapa beberapa fansnya, banyak juga yang mengabadikan moment itu dalam kameranya.

‘Banyak HoJong Moment :3’ –LalaHJS

‘Kau tidak menganggu Myung kami tapi menganggu Ho kami!’ –MeAFSJ

‘Apakah L yang meninggalkan Sungjong atau Sungjong yang meninggalkan L L’ –CherryMJS

‘Sungjong Oppa~ kau sedikit berbeda beberapa waktu ini L’ –KimSungels

‘Always MyungJong ^^’ –BimbimMJS

‘Ya!! You !!!’ –ZieAFSJ

‘Myung, itu Sungjong L’ –NanaMJS

Ditengah malam Sungjong membuka lagi situs itu, dia membaca semua kiriman orang-orang disana.

`Dukk Dukk`

Selesai membaca semuanya Sungjong mengetukkan kepalanya ke meja, ‘Apa lagi ini!?! Sungjong yang menganggu DongYa?’ umpatnya masih dengan aktivitasnya mengetuk kepalanya ke meja. Hoya terbangun dari tidurnya yang baru sesaat, sekilas ia mendengar suara ketukan Hoya melihat apa yang sedang Sungjong lakukan. Ia segera mengambil ponselnya dan membuka situs yang sama disana ia melihat kiriman-kiriman yang sudah di baca Sungjong. ‘Aish kenapa mereka menulis hal seperti ini !? -_-‘  batin Hoya ‘Apa dia juga akan menjauhiku seperti halnya L?’

***

Hari ini jadwal mereka selesai lebih awal dan merekapun, sesampainya di dorm seperti biasa manager mereka miengingatkan agar tidak keluar dorm tanpa memberi taunya, yang member Infinite lakukan hanya mengangguk. Ketika yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing, karena bosan Sungjong pergi keluar dorm tanpa sepengetahuan manager dan member yang lainnya. Kini dia kakinya melangkah menelusuri jalanan yang cukup sepi, tidak ada tempat yang ditujunya saking asiknya menikmati suasana tanpa ia sadari dua orang yeoja telah mengetahui identitasnya dan mengikutinya. Langkah ringannya terhenti saat melewati sebuah Cafe yang sangat dikenalnya, namja itu memutuskan untuk masuk kedalam Cafe dan masih di ikuti dua yeoja itu. Sungjong memilih duduk dekat jendela, untuk beberapa saat yang ia lakukan hanya berdiam diri matanya memandang keluar jendela dan memikirkan sesuatu. Lamunannya buyar ketika ia mendapati ponselnya bergetar. Terlihat disana sebuah pesan masuk dari L.

‘hmm.. Jongie~ kau ada di kamar?’

Ya Sungjong membaca pesan itu, namun tak berniat untuk membalas pesannya, dia meletakan ponselnya di atas meja.

`Drrtttt` L mengirim pesan lagi

‘Hey! Kau dimana?’  hal yang sama Sungjong lakukan.

`Drrtttt Drrtttt`

‘Ya! Aku tanya kau dimana? Kenapa tidak membalas pesan ku!’

Sungjong menatap horor ponselnya, lebih tepatnya menatap nama L disana ‘Ya! Menganggu saja!’.

`Drrtttt Drrtttt` kali ini bukan nama L yang terpampang dilayar sana.

‘Jongie~ kau membaca pesanku inikan? Sekarang kau ada dimana? L, dia mencarimu’

Itu pesan dari Hoya, ketika Sungjong akan membalas pesan dari Hoya ponselnya bergetar lagi.

`Drrtttt` kini Leader yang mengirim pesan pada Sungjong

‘Ya! Lee Sungjong, Maknae jelek! Kemana kau? Mereka bilang kau tak ada di Dorm!’

“Hey! Apa-apaan ini?!? Bukankah dia sedang sibuk ? kenapa masih sempat mengirimiku pesan!” umpat Sungjong, ia mengurungkan niatnya untuk membalas pesan Hoya tadi.

`Drrtttt Drrtttt`

‘Ya! Maknae Bodoh! Cepatlah pulang atau aku akan memakanmu!!’

`Plip`

“Menyeramkan sekali mereka, akukan hanya ingin keluar sebentar” gumamnya

Seorang pelayan menghampiri Sungjong memberikan dua mangkuk es krim yang tadi dia pesan. Kenangan L bersamanya kini terputar dalam pikirannya, ia mulai memakan es krimnya perlahan sambil menikmati alunan lagu yang terputar disana. Selesai dengan es krimnya dalam beberapa menit namja itu terdiam memikirkan suasana yang ia rindukan. Seorang pelayan memberi satu Cup Cappuccino hangat, pelayan berkata Cappuccino itu titipan dari seseorang yang mengaku sebagai fansnya. Saat Sungjong bertanya siapa orang itu pelayan menggeleng tidak tau. Kemudian Sungjong bertanya lagi Apakah orang itu masih berada didalam Cafe atau tidak, ia mengangguk dan menunjuk seseorang yang duduk membelakangi mereka. Sungjong menoleh dan melihat dua orang yeoja duduk disana, ia meminta kertas dan memintam pulpennya juga pada pelayan, disana Sungjong menulis ‘Thank’s J by Lee’ lalu ia meminta palayan itu untuk memberikannya pada seseorang yang memberinya Cappuccino.

***

Langit yang biru kini menjadi gelap, lampu-lampu jalan menjadi cahaya yang menemani namja cantik itu dalam perjalanannya. Sungjong mengeratkan syal yang ia pakai hari ini udaranya memang dingin ia meminum Cappuccinonya. Sepanjang perjalanannya, ponsel Sungjong bergetar terus semua panggilan dan pesan masuk dari hyungdeulnya ia abaikan. Akhirnya namja itu sampai di depan dorm, tepat ketika ia berada di depan pintu ponselnya bergetar lagi, kali ini ia menjawab teleponnya.

‘Ya! Lee Sungjong kau dimana??’ bentak Sunggyu

‘Aku di depan dorm hyung” jawabnya santai, Sungjong mengatakan itu tepat saat Sunggyu membuka pintu dorm dari dalam, tadinya ia berniat mencari maknaenya. Tanpa pikir lagi Sunggyu menarik Sungjong masuk ke dalam dan menyuruhnya duduk di sofa tetap menatapnya tajam. Member yang lain mendekati mereka berdua, Sungjong merasa risih dengan tatapan dari hyung-hyungnya.

“Wae?” tanya Sungjong membuka pembicaraan

“Kenapa katamu?!?” Sunggyu melipat tangannya

“Darimana saja?” tanya Woohyun dengan tatapan sedikit lelah

“Kenapa keluar tanpa bilang?” tanya Dongwoo duduk di samping Sungjong

“Apa ponselmu rusak? Sampai-sampai tak satupun pesan yang kau balas” ucap Hoya memandangnya sedih

“Jongie~ kami sangat khawatir!” sambung Sungyeol, sementara yang lain mengintrograsi Sungjong l hanya duduk diam di sofa yang lain, ia diam bukan berarti tak peduli tapi L tau Sungjong tak ingin ia berada di dekatnya dalam hati L merasa lega Sungjong telah pulang.

“Bagaimana kalau meneger tau? Dia pasti marah”

“Hyung aku hanya ingin keluar sebentar, lagi pula tadi kalian sibuk bagaimana aku mau bilang, yang ada kalian malah melarangku!”

“…….” Sunggyu diam menatap Sungjong duduk di depannya.

“Hyung jangan melihatku seperti itu!”

“Huft… ya sudah ! segeralah tidur ini sudah malam” kata Sunggyu yang berlalu dengan malas menuju kamarnya yang di ikuti Woohyun dan Sunyeol.

“Jangan marah hyung !~” bujuk Sungjong yang melihat Sunggyu menutup pintu kamarnya.

“eh? Jongie~ kamu membeli Cappuccino? Bagaimana kamu bisa tidur?” kata Dongwoo ketika dia melihat Sungjong membawa Cappuccino.

“Tidak! Seseorang yang memberikannya padaku, inikan hanya Cappuccino hyung”

“Apa? kau dapatkan itu dari orang asing? Kenapa menerimanya begitu saja!!?” sahut Hoya

“Iya!! Bagaimana kalau orang itu mencampurkan sesuatu kedalam Cappuccinonya?” sambung Dongwoo yang punya perasaan tak enak.

“Tapi hyung, ini dari….” belum selesai Sungjong bicara L beranjak dari duduknya dan mengambil cup Cappuccino yang Sungjong bawa.

“Sudah! Buang!” dengan segera ia melemparnya kedalam tempat sampah di pojok.

“Hyung!”

“Lain kali jangan terima apapun dari orang asing! Arra?!!” kata L dengan nada bicara yang di tinggikan.

“…….” Sungjong tak menjawab apa-apa, ia diam melihat L kesal dengan tingkah L yang berlebihan. Hoya yang melihat itu ia berjalan hendak masuk kedalam kamar.

“Jongie kajja! Kita tidur, sudah terlalu larut!” panggil Hoya, Sungjong menoleh melihat Hoya yang mengisyaratkan untuk masuk kamar, ia menangguk mengikuti Hoya ke dalam kamar, L masih berdiri diam di tempatnya.

“Hey! Kau baik-baik saja kan?? Tak apa, kau hanya harus memberinya perhatian lebih, mungkin dia sedang mengujimu?!!” kata Dongwoo sambil menepuk pelan pundak L.

***

`Cklek`

Pintu di tutup oleh Sungjong dan lampu kamarnyapun ia matikan. Kini namja itu berbaring dengan nyaman, namun matanya masih enggan untuk menutup. Begitupula dengan Hoya kini ia merasakan sedikit perubahan dari teman sekamarnya itu. ‘Aku tak ingin dia seperti ini menjauh dariku’ batinnya.

“Jongie~ kau … sudah tidur??”

“………….” Sungjong sengaja mengabaikan Hoya, kini ia diam sambil menutup matanya perlahan berpikir keras mengapa ia melakukan itu.

“Kau sebaiknya jangan… jangan menanggapi apa yang mereka katakan, sikapmu berubah begitu juga padaku!”

“………….” maknae itu masih diam semakin menutup matanya ia selalu merasa bersalah atas sikapnya akhir-akhir ini.

“Bagaimanapun juga aku akan tetap bersamamu, sekalipun kau tak ingin berbicara padaku lagi”

`Deg!` Sungjong merasakan perasaan yang aneh, ia membuka matanya dengan cepat melihat kosong langit-langit kamarnya, rasa bersalah menyelimuti hatinya saat ini.

“Baiklah hanya itu yang ingin aku katakan, jalja” selesai mengucapkan itu Hoya menutup matanya terlelap dengan tenang, ia berhenti bicara bukan berarti menyerah hanya saja namja itu mengira Sungjong telah tertidur, disisi lain Sungjong masih merasa sedih dengan ia mengacuhkan hyung yang begitu perhatian padanya, ‘Mianhae hyung’.

 

sekian wasalam (?) -bow-

[ Fanfiction ] Infinite Myungjong Couple “Only Tears” Part 2

Author : Lemonkimie

Title  : Only Tears

Cast : – Lee Sungjong – Kim Myungsoo

and Other cast

Genre : Sad 8%, Romance 10%, Friendship 5%, Gak Jelas 77%

 

[ini pernah di post di akun fb saya] [don’t copy this story]

 

 

 

“Jongie~ Please, tell me now??”

“……..”

“Oke Jongie~ apa aku telah melakukan hal yang kau tidak suka?? Please  jangan mendiamiku terus” “……..”

“Jongie~ Please”

“……..”

“I Love You”

Saat kata-kata itu keluar dari mulut L, Sungjong sangat sedih ketika kini dia tak bisa membalasnya. Sungjong kini berpikir keras dia bingung apa yang akan dia katakan, namun ego yang menguasainya hingga dengan sedikit ragu dia berkata.

“But… sorry hyung, I don’t love you!”

`Cklek`

`Bruukk` dengan cepat Sungjong masuk kedalam kamar dan meninggalkan L diluar sana dengan perasaannya yang kini kacau akan kata-kata Sungjong barusan

“Aniya, Jangan begini Sungjong, please don’t leave me!” bisik L mengetuk pintu kamar Sungjong pelan, dia tak habis pikir Sungjong bisa mengatakan itu dengan mudahnya, baginya Sungjong adalah energi dalam hidupnya #ciyyeeee. Didalam kamar Sungjong mematikan lampunya dan duduk memeluk lutut di lantai yang dingin.

‘Sorry hyung, I love you too’ ucap Sungjong yang lebih terdengar seperti bisikan sebelum akhirnya dia menangis tertahan.

***

“Jangan mengganggunya, setidaknya untuk beberapa minggu ini” ucap Hoya yang tadi melihat mereka berdua.

“But why hyung??”

“Aku tak bisa memberi tahu mu, tapi yang jelas dia sedang tidak ingin berada didekatmu” jawab Hoya menepuk pelan pundak L dengan sedikit tersenyum kemudian dia masuk kedalam kamar.

***

Hoya melihat Sungjong duduk dilantai dalam kegelapan dan menghampirinya. Ketika jaraknya sangat dekat Hoya mendengar suara tangis Sungjong, Hoya ikut berjongkok didepannya menatapnya sedih.

“Jongie~” panggil Hoya lembut, Sungjong menghentikan tangisnya dan mengangkat kepalanya melihat Hoya didepannya.

“Uljima!” sambungnya, tangan Hoya menghapus air mata Sungjong.

“Hyung…. hiks… tak seharusnya aku melakukan ini padanya kan?? “ Hoya menarik tubuh Sungjong kedalam pelukkannya membiarkan dia menangis di bahunya, Hoya mengelus pelan punggung Sungjong.

“Ini bukan salahnya kan hyung?? Hikss.. hikss.. bukan…” bisik Sungjong disela tangisnya.

“Ssttttt…. Sudahlah Jongie~” sahut Hoya mengeratkan pelukkan itu.

Tak diketahui keduanya kini L melihat mereka dengan jelas di ambang pintu yang terbuka sedikit.

Myungsoo POV

Tidak bisa seperti ini, aku harus tau apa yang terjadi pada Jongieku. Ya Hoya hyung tau apa yang terjadi padanya, lebih baik aku coba untuk bertanya padanya. Ketika aku membuka pintu kamarnya dengan perlaha.

“Hyung….” panggilku pelan namun apa yang kulihat ini?

“Uljima!” kata Hoya hyung tangannya menyentuh pipi Jongieku, aku tak bisa mendengar apa yang Sungjong katakan namun yang terlihat

“Hyung…. hiks… tak seharusnya aku melakukan ini padanya kan?? “ Hoya menarik tubuh Sungjong kedalam pelukkannya membiarkan dia menangis di bahunya, Hoya mengelus pelan punggung Sungjong. Sesaat aku diam melihat apa yang akan mereka lakukan lagi.

`Deg`

Jantungku seakan berhenti berdetak, See! Disaat aku memelukanya di backstage tak ada reaksi apapun bahkan dia melepasnya begitu saja, tapi dengan hoya hyung? Justru dia membalas pelukannya. Aku segera menutup kembali pintu kamarnya. Berjalan gontai ke kamarku dan menjatuhkan tubuhku di ranjang milikku. Kututup mataku mencoba melupakan yang kulihat dan terjadi padaku hari ini.

‘Lee Sungjong kau berhasil membuatku gila’

            Author POV

Beberapa hari sudah berlalu, sikap Sungjong semakin berbeda dan begitu terlihat jelas oleh semua. Saat sesi wawancara lagi-lagi Sungjong menolak duduk di samping L, dia berjalan mendekati Woohyun yang duduk dipaling ujung Sungjong meminta pada Woohyun untuk bertukar tempat duduk dengannya. Awalnya Woohyun menolak tapi saat Sunggyu menoleh kearahnya dengan tatapan yang aneh (?) Woohyun pun mengalah dan Sungjong duduk di tempat Woohyun dengan santai. Sungyeol dan Dongwoo yang duduk di sebelah Sungjong heran sudah beberapa kali mereka melihat Maknae line ini saling menjauh, meraka hanya saling bertukar pandang. Wawancarapun dimulai (?) ada beberapa pertanyaan yang tertuju pada Sungjong, namun ia tidak menjawabnya untuk pengalihan Sunggyulah yang menjawabnya. Dari awal sampai selesai Sungjong tak nampak seperti dirinya, yang dia lakukan hanya duduk dan diam bahkan tanpa senyum.

***

“Apakah kamu sakit Sungjong??” tanya Sungyeol saat didalam mobil

“Ya, sedikit hyung” jawab Sungjong singkat tanpa menoleh

“Oh, pantas saja kau sedikit berbeda dari biasanya, emm apa kamu butuh obat tradisional? Aku bisa memintanya pada pamanku”

“Tidak usah hyung, aku baik-baik saja”

“Bagaimana bisa baik-baik saja !!! Aishh!!”

“Hey sudahlah, Sungyeol itu bagus kau bisa memberi Sungjong obat tradisional yang kamu bilang itu” sahut Sunggyu yang duduk disamping kemudi.

“Baiklah hyung, aku akan menghubungi pamanku” jawab Sungyeol riang dan dia mulai sibuk dengan ponselnya. Sungjong menghela nafas berat dan menutup matanya. L menoleh melihat Sungjong yang tertidur, tak sengaja L melihat Sungjong memakai sebuah cincin yang pernah dia berikan sekilas L tersenyum mengingatnya, L menyandarkan tubuhnya dan ikut menutup matanya.

Selama perjalanan L dan Sungjong tertidur, tapi L bangun lebih dulu setelah mobil itu berhenti di depan sebuah bangunan yang dia kenal. Setelah yang lainnya turun dari mobil dan masuk kedalam dorm Sunggyu melihat L yang masih didalam mobil, Sunggyu melirik Sungjong yang tidur di samping L.

“L, kau bisa bangunkan Sungjong? Aku harus segera masuk!” tanpa menunggu jawaban dari L, Sunggyu berlari kecil kedalam dorm Sunggyu tak ingin member yang lain sembarangan menyimpan barang bawaan mereka di ruang tengah dan langsung tidur, dia tak suka jika dormnya berantakan.

Tangan L menyentuh rambut Sungjong mengelusnya lembut ‘Tak takah kamu? Aku sungguh merindukan Jongieku’ bisik L, matanya melihat lagi tangan Sungjong yang berhiaskan cincin L menggenggamnya erat ‘Apakah kau memakainya setiap saat? Bahkan aku tak tau itu, menyedihkan!’ gumam L tersenyum getir ia sedikit kecewa pada dirinya betapa bodohnya dia sampai tak pernah tau tentang Sungjong.

`Chu~`

L mengecup kening Sungjong, perasaannya sekarang agak membaik dia bisa melepas kerinduannya pada Sungjong meski saat Sungjong tertidur.

“Tersenyumlah lagi untukku, kembalilah seperti Jongie~ yang dulu, I miss you~”

Sungjong membuka matanya, dia merasakan genggaman  tangan L. Dia sedikit terkejut melihat L di depannya, ‘Hyung~’ bisik Sungjong dengan segera ia melepas tangannya dari genggaman itu tanpa berkata lagi Sungjong keluar dari mobil meninggalkan L sendirian lagi.

***

Kini meraka berada di bandara, disana begitu banyak fans yang menunggu mereka. Terlihat Sungjong berjalan paling akhir tak disangka banyak Sungels yang mendekati Sungjong mengambil gambarnya dan ada juga yang memberi hadiah untuknya. Sungjong menerimanya satu per satu sampai tangannya kini penuh dengan barang bawaan, Hoya yang berjalan lebih dulu menoleh ke belakang melihat Sungjong dia memilih untuk menghampirinya dan membantu membawakan barang-barangnya. Kini mereka berjalan berdampingan, melewati L yang tadi menghentikan langkahnya saat ingin menolong Sungjong.

“Aku bawa semua saja ya! Kau hati-hati!” ucap Hoya yang kemudian berjalan cepat dengan membawa barang-barang Sungjong.

Sekarang Sungjong berjalan sendirian sesekali dia tersenyum ketika ada yang menyapanya. Dibelakang Sungjong, L sedang berjalan bukan lebih tepatnya berlari kecil mendekati Sungjong, kini L berjalan disamping Sungjong yang belum menyadari kehadirannya, L tersenyum senang saat Sungjong tak sengaja melempar senyum kepadanya.

“Kau lucu hari ini Jongie~” ucap L riang Sungjong hanya diam ‘Apa katanya Lucu? Dia pikir aku badut? Aishh dasar Mr. LKim bodoh’ umpat Sungjong dalam hati.

Para fans mendekati dan mengambil photo mereka berdua.

“I Love you Jongie~” ujar L santai, seketika para fansnya itu berteriak histeris tak jelas (?) -_-“ dan berhenti mengikuti mereka.

‘Aish!! Apa katanya tadi?? Hey aku tau dia tidak serius!’ gumam Sungjong dalam hati.

Mereka sampai di parkiran (?) sebentar lagi mendekati mobil mereka. Di sisa perjalanan sampai mobil (?) L terus mengulang kata-kata yang tadi dia ucapkan di depan para fans dan itu membuat Sungjong kesal. Berkali-kali L menarik tangan Sungjong #aduh nanti patah dong L gimana sih -.-“# yang selalu melebihi langkahnya, L lebih menyukai Sungjong saat Kesal ataupun marah seperti ini dari pada harus melihat Sungjong yang datar tanpa ekspresi.

“I Love you Jongie~”

“Stop it hyung, are you crazy?”

“Yes, I’m crazy because of you” jawab L

“Aishh!!!”

“Jongie~, bisa kau menolongku? Lepaskan kalung ini, sepertinya tersangkut itu mengganguku!”

“……..”

“Please~” L menunjukan aegyo pada Sungjong #gak tau emang L pernah aegyo?? -.-“

“Lepaskan tanganku~” ucap Sungjong dingin

“Tidak akan, jika kau tidak membantuku!”

“Aish!!” dengan terpaksa Sungjong menuruti apa kata L, kalung itu berhasil di lepas Sungjong mempertahtikan Liontinnya sekilas dia melihat `MyungJong` terukir di Liontin itu.

“For you, baby” kata L ketika dia melihat Sungjong memperhatikan Liontin itu. Sungjong mendongakkan kepalanya namun L sudah berlari menjauh.

“LKim bodoh!” gumamnya sambil terkekeh melihat L berlari.

 

 

sekian wasalam (?) -bow-